Para jurnalis di Myanmar menjadi target: "Tentara menghancurkan hidup kami" - BBC News Indonesia

BBC News Indonesia
BBC News Indonesia
Diterbitkan di 20.04.2021

Aye Min Thant, jurnalis di Myanmar kini sudah berada di tempat yang aman setelah melarikan diri. Dia meninggalkan semuanya saat situasi semakin memanas setelah kudeta pada Februari lalu di Myanmar.

“Saya terpaksa melarikan diri karena semua jurnalis bisa ditangkap dan dibunuh," kata dia.

Menjadi jurnalis sekarang menjadi salah satu profesi paling berbahaya di Myanmar.

Tentara menangkap puluhan jurnalis, setidaknya 22 di antaranya terancam hukuman tiga tahun penjara, hanya karena berita yang mereka buat berdasar fakta di lapangan.

Dua jurnalis yang identitasnya disamarkan masih tetap memberitakan fakta tentang apa yang terjadi di Myanmar.

“Saya sudah dilepaskan dari tahanan, semua hilang, termasuk harta benda yang saya miliki," kata salah satunya.

Menurut mereka siapa pun yang terindentifikasi sebagai jurnalis kemungkinan besar pasti ditangkap tentara.

CPJ, komite perlindungan jurnlis berbasis di Amerika Serikat memohon kepada pemerintah Myanmar untuk melepaskan para jurnalis yang masih ditahan. Nyatanya, mereka tetap berada dalam bahaya.

============
Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY
Instagram: https://www.instagram.com/bbcindonesia/
Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia
Facebook: https://www.facebook.com/BBCNewsIndonesia/

#bbcindonesia

Runtime 00:03:31

BBC Indonesia, bbcindonesia, berita terbaru, myanmar, jurnalis myanmar, ham, hak asasi, junta, kudeta myanmar, nasib warga myanmar, penangkapan jurnalis, militer myanmar, demokrasi, pro demokrasi, aktivis, aung san suu kyi, burma, asean,

KOMENTAR: 488